Hipertensi Dalam Kehamilan Menurut WHO

Sampai saat sekarang ini hipertensi dalam masa kehamilan masih juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Keadaan ini terjadi dimana tekanan darah naik saat masa kehamilan. Umumnya keadaan ini tejadi pada masa trimester ketiga, akan tetapi terkadang juga bisa muncul lebih dini.

hipertensi dalam periode kehamilan berdasarkan WHO
Lambang World Heatlh Organization

Masa kehamilan merupakan masa yang cukup rentan. Banyak hal yang dapat terjadi. Berbagai komplikasi dapat muncul yang bisa membahayakan hidup ibu dan janin yang sedang dikandung.

Review Hipertensi Dalam Kehamilan Menurut WHO

Artikel ini akan menjelaskan secara singkat dan ringkas tentang prevalensi, klasifikasi, dan definisi hipertensi dalam kehamilan menurut WHO (World Health Organization). Untuk lebih jelasnya tentang penyakit ini silahkan kunjungi tautan di bawah ini.

Definisi dan Pengertian Hipertensi Dalam Kehamilan Menurut WHO
Berdasarkan informasi dari organisasi kesehatan dunia definisi tekanan darah tinggi atau hipertensi secara umum adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau peningkatan tekanan darah diastolik sebesar 90 mmHg dalam dua kali pengukuran. Nantinya hasil pengukuran akan mengelompokkan seseorang menjadi hipertensi stage I, II, atau krisis.

Hal ini akan sedikit berbeda bila dalam periode kehamilan. Walaupun menggunakan ukuran yang sama dimana batas sistolik adalah 140 mmHg dan batas diastolik ialah 90 mmHg, akan tetapi penegakan hipertensi tidak mutlak menjadi satu diagnosis. Ada beberapa kelompok dan kriteria nya masing-masing.

Klasifikasi Hipertensi Dalam Kehamilan Menurut WHO

Nah, hasil pengukuran nilai sistolik dan diastolik akan mengelompokkan ibu menjadi 4 kelompok. Berikut adalah penggolongan hipertensi pada kehamilan berdasarkan WHO, antara lain:

1. Hipertensi Kronis
Dalam hal ini ibu sudah mengalami penyakit darah tinggi pada masa sebelum usia kehamilan ibu mencapai 20 minggu. Bisa saja ibu sudah mengalami darah tinggi sebelum masuk masa kehamilan atau dalam waktu usia kehamilan 0 sampai 5 bulan.

Kebanyakan gejala hipertensi di masa ini tidak menimbulkan gejala. Untuk itu, sang ibu hamil harus rajin untuk mengikut perawatan sebelum persalinan (ante-natal care). Umumnya hipertensi jenis ini tidak akan hilang walaupun setelah bayi dilahirkan.

2. Hipertensi Gestasional
Dalam kelompok ini, ibu mengalami penyakit darah tinggi pada masa usia kehamilan lebih dari 20 minggu, saat proses persalinan, atau 48 jam setelah proses persalinan.  Biasanya hipertensi jenis ini akan hilang bilamana bayi telah dilahirkan.

Berbagai keadaan dapat menaikkan risiko terjadi hipertensi gestasional ini, antara lain:
  • Sang ibu memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus atau pun ginjal,
  • Usia sang ibu kurang dari 20 tahun, atau lebih dari 40 tahun saat masa kehamilan,
  • Janin kembar, dan atau
  • Kehamilan pertama kali. 


3. Preeklampsia
Hipertensi gestasional yang tidak memperoleh tatalaksana yang cepat dan tepat akan berubah menjadi preeklampsia. Ini adalah suatu gangguan tekanan darah yang serius yang bisa menimbulkan gangguan kerja organ.

Kondisi preeklampsia ini memiliki tanda tekanan darah yang tinggi dan adanya proteinuria. Gejala dan tanda-tanda lain bisa berupa:
  • Bengkak pada bagian wajah atau ekstremitas (tangan dan kaki),
  • Nyeri kepala yang sukar hilang,
  • Nyeri pada perut bagian atas,
  • Mual dan atau muntah,
  • Susah bernafas,
  • Kebaikan bobot badan secara tiba-tiba, dan atau 
  • Gangguan penglihatan.


4. Eklampsia
Preeklampsia akan berkembang menjadi eklampsia bila tidak terdeteksi dan tertangani. Ingat, bahwasanya perubahan ini bisa berlangsung cepat. Preeklampsia yang semakin parah akan memberikan pengaruh kepada otak sehingga menimbulkan kejang atau pun koma. Kejang dan koma ini adalah pertanda sudah memasuki fase eklampsia.

Prevalensi Hipertensi Pada Kehamilan Menurut WHO

Kelahiran mati adalah masalah penting di dunia, tetapi masih minim perhatian. Kira-kira ada 2,6 juta kelahiran mati tiap tahunnya, dimana 98% nya ada pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di negara Cina, sebanyak 8,8 kelahiran mati tiap 1.000 kelahiran dilaporkan terjadi pada tahun 2016. Bahkan di negara-negara kaya, kelahiran mati tetap menjadi masalah kesehatan utama. Salah satu penyebab kelahiran mati adalah hipertensi yang terjadi dalam masa kehamilan.

Semoga bermanfaat.

0 Response to "Hipertensi Dalam Kehamilan Menurut WHO"

Posting Komentar

Klik tulisan subscribe berwarna merah ini: SUBSCRIBE
terlebih dahulu sebelum membuat komentar.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel