Cokelat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Bagi Penderita Hipertensi

Ada kabar baik buat para pecinta cokelat. Sebuah penelitian pada tahun 2008 di Universitas Harvard menemukan bahwa dengan memakan satu kotak kecil cokelat hitam setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah bagi para penderita hipertensi.

Cokelat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Bagi Penderita Hipertensi
gambar cokelat

Penelitian ini juga didukung dengan berbagai penelitian lainnya tentang manfaat flavonoid untuk kesehatan jantung. Flavonoid merupakan senyawa dalam coklat yang dapat menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah. Penelitian ini dipublikasikan di Atlanta pada sesi sains American Heart Association tentang penyakit kardiovaskular.


Studi ini menganalisis 24 studi cokelat yang mengikutsertakan sebanyak 1.106 orang. Ditemukan bahwa coklat hitam, jenis yang memiliki kandungan sedikitnya 50 hingga 70 persen kakao, dapat menurunkan tensi darah pada semua peserta yang menderita hipertensi. Eric Ding dari Harvard Medical School and Brigham and Women's Hospital, rekan penulis di penelitian, mengatakan para peneliti juga menemukan bahwa coklat dapat meningkatkan sensitivitas hormon insulin, sehingga baik untuk menurunkan risiko penyakit diabetes.

Cokelat hitam juga dikaitkan dapat mempengaruhi kolesterol. Para peneliti Harvard ini menemukan adanya bukti terjadinya penurunan sejumlah kecil kolesterol LDL (kolesetrol jahat) dan peningkatan yang signifikan dalam HDL (kolesterol baik). Sementara itu, kadar trigliserida tidak mengalami perubahan.


Seperti yang ditulis peneliti, ada "bukti yang lumayan kuat" bahwa konsumsi kakao meningkatkan beberapa faktor risiko kardiovaskular "dan kemungkinan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular."

Penelitian tentang manfaat kesehatan cokelat telah menjadi semakin populer dalam dekade terakhir seperti halnya penelitian tentang teh, buah-buahan dan sayuran juga mengandung senyawa-senyawa yang sehat untuk jantung. "Flavonoid sangat melimpah dalam biji kakao," tulis para penulis penelitian.

Cokelat dengan proporsi lebih tinggi dari kakao kakao - seperti pada coklat hitam tanpa pemanis - memiliki kandungan lebih banyak flavonoid. Cokelat hitam, mempunyai kandungan 46 hingga 61 mg catechin, sejenis flavonoid, dalam 100 gram (sekitar satu ons), sedangkan coklat susu hanya mengandung 15 hingga 16 mg.

Oleh karena itu, banyak saran untuk mendorong orang agar memanfaatkan coklat hitam dalam menu makan sehari-hari. Para pria dan wanita yang berusia 55 tahun lebih saat ini gemar mengkonsumsi coklat hitam. Data ini didapat dari angka penjualan perusahaan cokelat hitam di Amerika, perusahaan Mintel.

Dalam survei konsumen bulan Mei 2008, orang yang membeli cokelat untuk diri mereka sendiri pada tahun lalu, dua pertiga nya adalah mereka yang berusia lebih atau sama dengan 55 tahun. Mereka mengatakan lebih memilih cokelat hitam. Sebanyak 75% dari mereka, yaitu yang berusia lebih atau sama dengan 65 tahun lebih memilih cokelat yang lebih hitam. Namun, Ding dan timnya memperingatkan bahwa pemrosesan komersial ditambah dengan tambahan gula di dalam cokelat hitam rata-rata dapat menangkal sebagian besar manfaatnya.

Penelitian lain menunjukkan bahwa cara produksi cokelat modern dapat menyebabkan kehilangan lebih dari 80 persen kandungan flavonoid asli dari biji kakao," para peneliti melaporkan. Penambahan gula tambahan dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan yang justru dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus.

Oleh karena itu bijaklah dalam memilih coklat. Pilihlah yang memiliki kandungan cokelat tinggi dengan jumlah gula yang rendah. Pilihlah cokelat bermerek dengan sedikitnya mengandung 70 persen kakao.

Apakah makan cokelat hitam kecil setiap hari adalah strategi jangka panjang yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah? Ding mengatakan itu terlalu cepat untuk disimpulkan. Perlu banyak penelitian tentang hal itu.

0 Response to "Cokelat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Bagi Penderita Hipertensi"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel