Penyakit Stenosis Katup Aorta

Artikel ini menjelaskan tentang penyakit stenosis katup aorta. Pembahasan meliputi pengertian, gejala dan tanda, patofisiologi, perawatan serta pengobatan penyakit ini. Pembahasan diusahakan menggunakan bahasa yang sebisa mungkin dapat juga dicerna oleh kalangan non-medis. Bilamana ada ketidakpahaman bisa langsung ketikkan kata yang tidak paham di kolom search, semoga itu dapat menjawabnya. Bila masih belum paham silahkan tulis pertanyaan di kolom komentar.

(Mau mempelajari stenosis pada seluruh katup jantung? Silahkan baca: Stenosis Katup Jantung).

gambar makalah stenosis katup aorta
katup yang terdiri dari 3 helai menjadi 2 helai (bikuspid) karena adanya gangguan katup

Penyakit Stenosis Katup Aorta

Apakah Stenosis Katup Aorta Itu?

Stenosis aorta merupakan salah satu problem penyakit katup yang cukup umum dan paling serius. Stenosis aorta ialah terjadinya penyempitan pada pembukaan katup aorta. Stenosis aorta membatasi/ menghambat aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta dan kemungkinan juga dapat mempengaruhi tekanan di dalam atrium kiri.

Beberapa orang yang menderita keadaan ini dikarenakan akibat dari cacat jantung bawaan yang dikenal dengan katup aorta bikuspid. Namun, beberapa kondisi yang cukup umum bisa juga berkembang ke keadaan ini seperti kalsifikasi katup (kalsium mengendap di katup) karena proses atau terbentuk jaringan parut yang dapat merusak katup sehingga membatasi aliran darah yang lewat melalui katup.

Gejala dan Tanda Penyakit Stenosis Katup Aorta

Apakah penyakit ini selalu menunjukkan gejala? Tidak, tidak selalu. Sangat penting untuk diketahui bahwa banyak orang dengan masalah ini tidak mengalami gejala yang nyata sampai jumlah aliran darah yang terhambat menjadi berkurang menjadi jumlah yang cukup signifikan.

Gejala stenosis aorta mungkin termasuk:

  • Sesak napas,
  • Nyeri dada (angina), dada terasa seperti ditekan (ditimpa benda yang berat) atau disesak,
  • Pingsan, dalam bahasa medis sering disebut sinkop,
  • Palpitasi atau detak jantung berdebar, berat, atau terlihat di dinding dada,
  • Berkurangnya tingkat aktivitas atau kemampuan untuk melakukan aktivitas normal yang hanya membutuhkan sedikit tenaga menjadi berkurang, dan
  • Bising jantung.

Gejala Stenosis Katup Aorta Pada Bayi dan Anak

Kelompok bayi dan anak-anak, yang mengalami stenosis aorta karena cacat bawaan, dapat menunjukkan gejala seperti:

  • Lelah saat melakukan aktivitas,
  • Berat badan sukar naik,
  • Pengasuhan yang buruk atau tidak adekuat, dan
  • Masalah pernapasan.

Komplikasi Stenosis Katup Aorta Pada Tubuh

Bagaimana stenosis aorta ini menyebabkan masalah yang lebih serius? Selain gejala stenosis aorta, yang bisa mengakibatkan pasien merasa pingsan, lemah, atau lesu, dinding ventrikel kiri juga dapat terjadi penebalan otot karena ventrikel harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melewati pembukaan katup yang sempit ke dalam aorta.

Dinding yang tebal membuat ruang jantung (atrium atau ventrikel) menjadi semakin sempit sehingga menjadikan ruang yang sedikit untuk jumlah darah yang akan dipasok ke seluruh tubuh. Kondisi ini lama-kelamaan mencetuskan penyakit gagal jantung. Perawatan medis sedini mungkin diharapkan dapat membantu mengembalikan kondisi tadi atau memperlamat proses terjadinya penyakit tadi.

Faktor Resiko Stenosis Katup Aorta Pada Siapa Saja?

Siapa yang berisiko terkena stenosis aorta?

Orang Lanjut Usia
Stenosis aorta seringkali diderita oleh orang lanjut usia. Ini sebagai akibat dari jaringan parut dan penumpukan kalsium di katup (flap atau lipatan). Stenosis aorta terkait usia ini biasanya dimulai pada usia diatas 60 tahun, tetapi seringkali tidak menunjukkan tanda dan gejala hingga umur 70 atau 80 tahun.

Stenosis pada yang muda
Penyebab paling sering dari stenosis aorta pada orang yang muda ialah adanya cacat lahir di mana hanya dua katup tumbuh bukannya tiga normal, yang dikenal dengan "katup bikuspid."

Penyebab lain yang mungkin ialah katup tidak tumbuh selaras dengan pertumbuhan jantung, yang membuat jantung berusaha lebih keras untuk memompa darah melewati katup yang sempit tadi. Selama bertahun-tahun katup yang rusak sering menjadi kaku dan sempit karena penumpukan kalsium.

Pengobatan yang Dianjurkan Untuk Orang dengan Stenosis Aorta?

Jika tidak ada gejala atau jika gejala ringan, penyedia layanan kesehatan mungkin menyarankan bahwa tindakan terbaik adalah hanya memantau dan menindaklanjuti setiap perubahan.

Namun, siapa pun dengan stenosis aorta harus diperiksa dengan echocardiogram (USG jantung) untuk memastikan pilihan teraman dan terbaik untuk pengobatan. Sebaliknya, bahkan jika tidak ada gejala, mungkin disarankan untuk melanjutkan perawatan atau perbaikan berdasarkan hasil tes.

Kemungkinan perawatan mungkin termasuk perbaikan katup atau penggantian katup. Jika konsensus tercapai dan operasi dianjurkan, penting untuk melanjutkan tanpa menunda perawatan penting ini.

Video Stenosis  Katup Aorta

Simak video singkat tentang stenosis katup aorta dari source youtube di bawah ini. Silahkan subscribe channel nya untuk mendapatkan video-video terbaru seputar penyakit jantung.



0 Response to "Penyakit Stenosis Katup Aorta"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel