Memahami Nilai Tekanan Darah dan Hipertensi

Apakah Maksud dari Angka Tekanan Darah Anda?
Satu-satunya cara untuk mendiagnosis apakah seseorang terkena penyakit tekanan darah (hipertensi) adalah dengan cara mengukur langsung tekanan darahnya. Memahami nilai tekanan darah Anda adalah kunci dalam diagnosis dan pengontrolan tekanan darah.

Rentang dan Kisaran Nilai Tekanan Darah yang Sehat dan Tidak Sehat
Gambar di bawah ini akan menjelaskan kepada Anda tentang rentang nilai tekanan darah yang telah direkomendasikan oleh AHA (American Heart Association).

Tabel Nilai Tekanan Darah Normal Menurut AHA

Gambar Klasifikasi Tekanan Darah Hipertensi
Gambar Klasifikasi Tekanan Darah menurut AHA

Catatan:
Diagnosis penyakit tekanan darah tinggi harus dikonfirmasi oleh tenaga medis (dokter). Dokter juga mengevaluasi setiap pembacaan tekanan darah yang rendah yang tidak terlihat biasa. Tambahan lagi, target yang lebih kecil mungkin sesuai untuk beberapa populasi seperti orang Afro-amerika, usia lanjut, atau pasien dengan beberapa masalah mendasar seperti diabetes atau penyakit ginjal kronis.


Klasifikasi Tekanan Darah Hipertensi Menurut AHA

Berikut ini lima kategori tekanan darah yang dikenalkan oleh AHA (lihat tabel di atas):
1. Tekanan Darah Normal
Selamat kepada Anda yang memiliki tekanan darah normal (optimal) yaitu tekanan yang memiliki nilai kurang dari 120/80 mmHg. Teruskan pola dan gaya hidup sehat Anda. Optimalkan juga diet seimbang dan olahraga yang rutin.

2. Pre-hipertensi (Tingkat awal tekanan darah tinggi)
Kondisi hipertensi terjadi ketika tekanan darah secara konsisten berkisar antara 120-139/ 80-89 mmHg. Orang-orang dengan kondisi prehipertensi ini tetap memiliki risiko terkena tekanan darah tinggi bilamana tidak diambil langkah-langkah dalam upaya pengontrolan.

3. Hipertensi Tingkat 1
Hipertensi tingkat 1 terjadi ketika tekanan darah secara konsistensi bernilai kisaran 140-159/ 90-99 mmHg. Pada tingkatan ini dokter mungkin akan menyuruh untuk mengubah gaya hidup dan mempertimbangkan pemberian medikasi tekanan darah.

4. Hipertensi Tingkat 2
Hipertensi ini terjadi ketika tekanan darah secara konsisten memiliki nilai lebih besar dari 160/ 100 mmHg. Pada tingkat ini, dokter mungkin akan meresepkan kombinasi obat tekanan darah yang dibarengi dengan perubahan gaya hidup ke arah lebih baik.

5. Krisis Hipertensi
Kondisi ini terjadi bilamana hipertensi membutuhkan perhatian dan medikasi yang emergensi. Jika tekanan darah seseorang lebih dari 180/ 100 mmHg dan tidak mengalami gejala-gejala seperti sesak nafas, nyeri dada, nyeri punggung, mati rasa/ lemah, mata kabur atau kesulitan dalam berbicara, coba tunggu selama lima menit dan periksa kembali. Jika hasil pembacaan masih atau lebih tinggi dari hasil pembacaan sebelumnya, Anda harus segera mengakses pelayanan kesehatan. (baca lebih lanjut di Hipertensi Krisis).


Pengertian Nilai Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Hasil dari pengukuran tekanan darah menunjukkan dua angka, yaitu:

  • Tekanan Darah Sistolik (Nilai Atas), yang menunjukkan seberapa besar tekanan darah mendesak atau menekan dinding pembuluh darah arteri ketika jantung berdenyut.
  • Tekanan Darah Diastolik (Nilai Bawah), yang menunjukkan seberapa besar tekanan darah yang menekan atau mendesak pembuluh darah arteri ketika jantung istirahat diantara dua denyutan.

Nilai mana yang penting?
Biasanya, perhatian yang lebih diberikan kepada tekanan darah sistolik (nilai atas) sebagai faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler pada orang-orang berusia di atas 50 tahun. Pada kebanyakan orang, tekanan darah sistolik meningkat seiring dengan pertambahan umur dikarenakan adanya peningkatan kekakuan pembuluh-pembuluh darah arteri, penimbunan plak-plak, dan peningkatan insidensi penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah.

Namun, peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik sendiri dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis tekanan darah tinggi. Dan berdasarkan studi terkini, risiko kematian pada penyakit jantung iskemik dan stroke menjadi dua kali lipat dengan adanya penigkatan setiap 20 mmHg tekanan darah sistolik dan 10 mmHg tekanan darah diastolik pada orang-orang berusia 40 hingga 89 tahun.

Kenapa tekanan darah diukur dengan satuan mmHg?
Singkatan dari mmHg adalah milimeter air raksa? Kenapa air raksa? Air raksa telah digunakan pada pengukuran yang akurat pada tekanan gas pertama kali dan masih digunakan sebagai standar pengukuran untuk tekanan pada dunia kedokteran.

Simak video ini!

0 Response to "Memahami Nilai Tekanan Darah dan Hipertensi"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel