5 Mitos Seputar Denyut atau Detak Jantung. Ini Faktanya!

Kadang timbul dalam benak sanubari kita apakah jantung kita sudah berdenyut atau berdetak dengan benar? Mungkin terkadang kita merasakannya berdetak terlalu kencang, atau di lain waktu kita khawatir karena merasakannya terlalu cepat. Sebenarnya, banyak sekali yang Anda dengar tentang denyut jantung adalah hal-hal yang salah. Melalui artikel ini kami coba memberikan fakta-fakta untuk meluruskan. Kami merangkum artikel 5 Mitos Seputar Denyut atau Detak Jantung ini dari webmd.com.

mitos dan fakta tentang denyut jantung


5 Mitos Seputar Denyut Jantung dan Fakta Penjelasannya


1. Mitos: Denyut jantung normal berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit
Jika ditanya kebanyakan tenaga kesehatan tentang berapa nilai denyut jantung normal maka sebagian besar akan menjawab 60 sampai 100 kali per menit. Perlu diketahui bahwa ini adalah standar yang lama. Banyak dokter bependapat bahwa denyut seharusnya di bawah standar itu. Dokter Suzanne Steinbaum, direktur kesehatan jantung wanita di rumah sakit Lenox Hill mengatakan bahwa denyut jantung yang ideal adalah sekitar 50 hingga 70 kali per menit.

Studi terbaru menunjukkan bahwa denyut jantung di atas 76 kali per menit ketika sedang beristirahat dapat dihubungkan dengan peningkatan risiko terjadinya serangan jantung.

Dokter Steinbaum lebih lanjut mengatakan bahwa semakin baik dan bagus kondisi badan seseorang, maka semakin lebih rendah denyut jantung yang dimilikinya pada saat keadaan istirahat. Mungkin Anda tidak merasakan apa-apa dengan memiliki denyut jantung istirahat 80 kali per menit, tapi ini tidak menjamin Anda sedang dalam kondisi sehat untuk masa mendatang.

2. Mitos: Detak jantung yang tak menentu berarti terkena serangan jantung
Ketika denyut jantung seseorang dalam pola yang tidak teratur berarti orang tersebut sedang mengalami apa yang disebut dengan palpitasi. Orang tersebut akan merasakan irama yang cepat atau seolah-olah ada denyut yang hilang atau melompat. Atau terkadang itu juga bisa terlihat seperti bunyi yang singkat atau rasa berdebar di daerah dada.

Seorang kardiolog dari North Shore-LIJ Medical PC di Manhasset, New York, Dokter Apoor Patel mengatakan bahwa kebanyakan sensasi seperti ini bukan merupakan pengancam jiwa. Banyak hal yang menyebabkan palpitasi ini, antara lain:
  • Konsumsi alkohol
  • Konsumsi kafein
  • Olah raga
  • Stress
  • Dehidrasi
  • Dalam terapi pengobatan
  • Demam
  • Gangguan atau penyakit tiroid
  • Merokok, dan
  • Suplemen makanan seperti goldenseal, oleander, motherwort, or ephedra.


Dr. Steinbaum juga menambahkan bahwa bilamana Anda memiliki denyut jantung yang tidak teratur tidaklah berarti Anda sedang dalam serangan jantung. Namun, bilamana Anda merasakan nyeri dada atau kesulitan dalam bernafas maka sebaiknya Anda memperhatikan ini. Sebisa mungkin segera mengakses pelayanan kesehatan terdekat.

3. Mitos: Jika denyut jantung saya cepat, itu berarti saya sedang dalam kondisi stress
Stress adalah satu dari beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung. Denyut jantung juga dapat meningkat bilamana saat berolahraga, perasaan senang, merasa cemas ataupun sedih. Bahkan temperature juga dapat mempengaruhi denyut jantung, seperti cuaca panas atau kelembaban tinggi.

Dalam pengaruh posisi, denyut jantung Anda akan naik selama 15 hingga 20 detik sebelum kembali ke nilai normal saat Anda berubah posisi dari duduk ke berdiri.

4. Mitos: Jika denyut jantung saya normal maka tekanan darah saya juga normal
Terkadang denyut jantung dan tekanan darah Anda memang punya keterkaitan yang kuat. Sebagai contoh, bilamana Anda sedang berolahraga, dalam kondisi marah atau takut, maka denyut jantung dan tekanan darah Anda naik bersamaan.

Namun, keduanya tidak selalu memiliki hubungan. Jika denyut jantung dalam keadaan normal, tekanan darah Anda mungkin tidak normal. Itu bisa saja tinggi atau rendah tanpa Anda ketahui. Jangan lalai untuk memeriksa tekanan darah Anda secara berkala walaupun Anda merasa denyut jantung Anda dalam kondisi baik, terutama bila Anda memiliki riwayat hipertensi di dalam keluarga. Kontrol tekanan darah Anda dapat Anda lakukan dengan pengukuran tekanan darah secara mandiri.

5. Mitos: Jika detak jantung pelan, itu berarti saya memiliki jantung yang lemah
Penting untuk diingat bahwa jantung yang berdenyut pelan saat Anda sedang beristirahat menandakan Anda dalam kondisi sehat dan fit. Sebagai contoh, otot jantung seorang atlit yang bentuk dan fungsinya yang telatih tidak akan kesulitan dalam adaptasi dalam aktivitas rutin tiap hari atau bahan aktivitas berat.

Patel menambahkan bahwa denyut jantung yang pelan hanya dianggap bermasalah jika disertai dengan perasaan mau pingsan, pusing, timbul sesak nafas, atau merasakan nyeri dada. Bilamana gejala dan tanda ini muncul maka hendaknya Anda segera menemui dokter untuk langkah selanjutnya.

Nah, itu tadi lima mitos dan fakta penjelasannya. semoga dapat mencerahkan pengetahuan Anda tentang denyut jantung.


sumber:
- Suzanne Steinbaum, MD, director, women's heart health, Lenox Hill Hospital, New York.
- Apoor Patel, MD, cardiologist, North Shore-LIJ Medical PC, Manhasset, NY.
- American Heart Association: "All About Heart Rate (Pulse)."
- University of Michigan Health System: "Change in Heartbeat."

0 Response to "5 Mitos Seputar Denyut atau Detak Jantung. Ini Faktanya!"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel