Mengenal Krisis Hipertensi : Hipertensi Urgensi dan Emergensi

Pada artikel ini kami akan mengantarkan topik tentang krisis hipertensi. Seperti namanya saja, maka krisis hipertensi adalah suatu keadaan dimana hipertensi menjadi saat yang kritis. Ini terjadi bilamana tekanan darah meningkat tinggi secara cepat yang dapat berakibat pada kefatalan. Ada dua tipe krisis hipertensi yaitu: hipertensi urgensi dan hipertensi emergensi. Kedua jenis hipertensi krisis ini sama-sama membutuhkan atensi dan perhatian baik dari sisi medis dan juga perhatian keluarga yang serius.

Lantas, apa perbedaan antara keduanya? Yuk kita simak artikel ini sampai selesai. Atau klik saja link-link yang ada di artikel ini untuk penjelasan yang lebih.

krisis hipertensi urgensi dan emergensi
krisis hipertensi urgensi dan emergensi

Perbedaan Hipertensi Urgensi dan Emergensi sebagai Satu Hipertensi Krisis


Hipertensi Urgensi
Hipertensi urgensi terjadi ketika pada hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan nilai yang lebih dari 180/110 mmHg. Untuk hasil yang lebih akurat, tepat, dan jelas, pemeriksaan dapat diulangi kurang lebih lima menit kemudian. Jika pada pembacaan kedua tetap menunjukkan nilai yang tidak jauh beda atau tetap tinggi, maka Anda tergolong orang membutuhkan pertolongan medis. Hal ini dikarenakan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap diri Anda. Evaluasi yang lebih awal pada fungsi organ nantinya akan dapat menentukan tatalaksana lebih lanjut yang sesuai dan mencegah komplikasi yang mungkin dapat terjadi. Hasil pembacaan yang tinggi ini bisa disertai atau tidak oleh satu atau lebih dari beberapa gejala dan tanda-tanda seperti di bawah ini:

  • sakit kepala hebat
  • sesak nafas (nafas pendek)
  • mimisan (rhinorea)
  • kecemasan yang berlebihan.

Terapi dan tatalaksana pada kasus hipertensi urgensi melibatkan penyesuaian atau penambahan obat-obatan, tetapi kadang-kadang membutuhkan perawatan inap di rumah sakit.

Hipertensi Emergensi
Hipertensi emergensi umumnya terjadi pada tekanan darah yang berlebihan, yaitu melampaui 180 mmHg pada pengukuran tekanan sistolik atau lebih dari 120 mmHg pada pengukuran tekanan diastolik, tetapi kerusakan organ dapat terjadi bahkan pada tekanan tingkat lebih rendah pada pasien-pasien yang tekanan darahnya tidak tinggi.

Konsekuensi dan komplikasi dari tidak terkontrolnya tekanan darah dapat berbahaya dan menyebabkan keadaan gawat berikut:

  • Stroke
  • Kehilangan kesadaran
  • Kehilangan memori
  • Serangan penyakit jantung
  • Kerusakan pada mata dan ginjal
  • Kehilangan fungsi ginjal
  • Diseksi aorta
  • Angina
  • Edema pada paru (tertumpuknya cairan pada paru-paru)
  • Eklampsia.

Rekomendasi dari AHA untuk Hipertensi Urgensi dan Emergensi

Jika Anda memiliki nilai tekanan darah 180/110 mmHg atau lebih, dan mengalami tanda-tanda yang menunjukkan kemungkinan kerusakan organ seperti nyeri dada, nafas pendek (sesak nafas), nyeri punggung, mati rasa/ kesemutan, kabur pada penglihatan, susah berbicara, maka jangan tunggu apa-apa lagi untuk menghubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat. Pemeriksaan, penatalaksanaan, dan evaluasi yang lebih dini akan memberikan prognosis yang lebih baik.

Kenali Hipertensi untuk Mengatasi Hipertensi Urgensi dan Emergensi

Yuk Bagi yang mau tahu tentang hipertensi...
Tonton video singkat ini

0 Response to "Mengenal Krisis Hipertensi : Hipertensi Urgensi dan Emergensi"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel