Kolesterol Jahat (LDL) dan Kolesterol Baik (HDL)

Beberapa pembaca setia mungkin saja masih bingung kenapa sih ada kolesterol yang dianggap baik dan ada pula yang dianggap jahat. Kok bisa mensifatinya seperti sifat manusia? Ini kan cuma zat yang ada di dalam tubuh manusia. Yuk, kita simak pembahasan oleh ahlinya di bawah ini.

Mengapa Ada Kolesterol Jahat dan Kolesterol Baik
selalu perhatikan kadar kolesterol Anda


Pengertian Kolesterol Jahat dan Kolesterol Baik

Seorang dokter medis bernama Dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta, menerangkan bahwa "Kolesterol ialah suatu jenis lemak yang berada di dalam tubuh dan dikelompokkan menjadi LDL, HDL, total kolesterol, dan trigliserida."

Dari hati (liver), kolesterol ini akan diangkut oleh lipoprotein yang disebut sebagai LDL (low density lipoprotein) untuk diangkut dan diantarkan ke sel-sel tubuh yang membutuhkannya, termasuk pengangkutannya ke sel otak, jantung, hati, ginjal, dan lainnya agar organ-organ tersebut dapat bekerja dengan baik.

Kelebihan kolesterol ini akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang sering disebut sebagai HDL (high density lipoprotein) untuk dibawa kembali ke organ hati yang seterusnya akan diuraikan lalu diekskresi ke dalam kandung empedu menjadi cairan atau asam empedu.

Mengapa HDL Disebut Kolesterol Baik dan LDL Disebut Kolesterol Jahat

Seringkali kita mendengar istilah ini di dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kebanyakan kita belum terlalu mnegerti artinya. Silahkan di simak!

Mengapa LDL dikatakan sebagai lemak atau kolesterol jahat

LDL memiliki kandungan lemak yang lebih banyak bila dibandingkan dengan HDL sehingga LDL akan mengambang di dalam darah. Protein pembentuk utama dari LDL adalah apolipoprotein-B (Apo-B). LDL dikatakan jahat karena dapat mengakibatkan penempelan kolesterol di sepanjang dinding pembuluh darah. Penempelan ini nantinya akan memberikan berbagai dampak yang berbahaya termasuk penyakit jantung koroner dan berbagai penyakit lainnya.

Mengapa pula HDL dikatakan sebagai lemak atau kolesterol baik

Sebaliknya, HDL sering disebut sebagai lemak baik. Mengapa? Dalam sistem tubuh, HDL berperan dalam membersihkan kelebihan kolesterol yang banyak berserakan di sepanjang pembuluh darah dan mengangkutnya kembali ke dalam hati. Protein pembentuk utama HDL adalah apoprotein-A (Apo-A). HDL memiliki komposisi yang padat dengan kandungan lemak yang lebih sedikit. Oleh karena kepadatannya yang tinggi maka HDL lebih berat dan jarang mengambang di sepanjang pembulih darah.

0 Response to "Kolesterol Jahat (LDL) dan Kolesterol Baik (HDL)"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel