Cara Mengatasi White Coat Syndrome atau Hypertension. Apa Itu?

Pernahkah Anda mengalami atau mendengar pengalaman orang lain, “Mengapa tekanan darah saya selalu meningkat yaaa..? ketika diperiksa di dokter menigkat, akan tetapi ketika saya periksakan di rumah…ehmmm…tekanan darah saya nilainya normal. Apakah alat pengukur tekanan darah di tempat dokter tersebut rusak atau di tempat saya?" Keadaan ini dapat disebut dengan white coat syndrome atau white coat hypertension.

cara mengatasi white coat syndrome atau hypertension
white coat syndrome atau hypertension

Terjemahan secara harfiah dari white coat syndrome atau hypertension adalah hipertensi jubah putih. Keadaan ini terjadi oleh karena kecemasan pasien bila berada di ruang periksa dan berhadapan langsung dengan dokter. Secara mengejutkan kondisi ini hampir terjadi pada 25% pasien yang menderita penyakit hipertensi.

Fenomena ini sebenarnya wajar dikarenakan kondisi emosional dan stres dapat juga mempengaruhi tekanan darah. Keadaan cemas berhadapan dengan dokter atau cemas karena takut mengalami hipertensi saat akan dilakukan pengukuran tekanan darah membuat tekanan darah pasien tersebut menjadi bersifat fluktuatif dan kemungkinan range nilai menjadi lebih besar bila dilakukan pemeriksaan ulang. Bilamana pengukuran tekanan darah diulang dilakukan di rumah atau di tempat lain yang tidak berkaitan dengan dokter atau tenaga kesehatan lainnya maka pada umumnya menunjukkan nilai yang relatif normal.

Hipertensi jenis ini menimbulkan kesulitan pada dokter untuk menegakkan diagnosis. Hipertensi tipe ini biasanya tidak disertai dengan adanya peningkatan frekuensi denyut jantung. Dengan denyut jantung yang normal justru semakin menyulitkan dokter untuk menentukan hipertensi yang terjadi dikarenakan oleh faktor cemas atau bukan.

Sebuah penelitian yang dilaksanakan oleh kelompok Tecumseh dari Michigan, Amerika Serikat, memperlihatkan bahwa anak laki-laki dengan orangtua yang menderita hipertensi lebih cendrung menunjukkan reaksi white coat bila dibandingkan dengan anak laki-laki yang orangtuanya memiliki tekanan darah yang normal.

Penelitian lain yang dilaksanakan pada kelompok usia 22 tahun didapatkan bahwa ada sejumlah 80,3% yang memiliki tekanan darah normal dan sisanya sejumlah 19,7% mempunyai hipertensi jenis white coat. Penelitian dilanjutkan dengan mengikuti perkembangan selama sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun didapatkan 97,3% dari yang memiliki tekanan darah normal, tetap memiliki nilai yang normal pada tekanan darahnya, akan tetapi sejumlah 6,3% diantaranya berubah menjadi penderita hipertensi. Sementara pada 19,7% penderita white coat tadi ditemukan 73,3% memiliki tekanan darah normal dan 26,7% berubah menjadi penderita hipertensi tetap setelah 10 tahun perkembangan.

Berikut Cara Mengatasi White Coat Syndrome Hypertension

Kondisi ini sebenarnya merupakan warning bagi pasien. risiko dari white coat hypertension ini akan lebih baik dari pada hipertensi pada umumnya. Namun, kondisi ini tetap memiliki risiko yang lebih besar daripada seseorang dengan tekanan darah yang normal. Maksudnya, seseorang dengan kondisi white coat hypertension ini akan tetap berisiko mendapatkan hipertensi yang nyata dan komplikasinya dikemudian hari.

Seseorang dengan kondisi ini seyogiyanya harus sering mengontrol diri. Cobalah untuk tetap tenang dan tidak merasa cemas ketika sedang berhadapan dengan dokter. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur tetap merupakan rutinitas yang penting. Bila tekanan darah semakin meningkat, maka itu dapat menjadi pertanda ada sesuatu yang tidak normal.

Sumber:
Khan TV, Khan SS, Akhondi A, Khan TW. 2007. White coat hypertension: relevance to clinical and emergency medical services personnel. MedGenMed 2007;9 (1): 52.

Murtagh J. Murtagh's General Practice, Australian ed of 5th revised edition. Sydney: McGraw-Hill Medical Publishing; 2011.

Baca artikel kami lainnya di Penyakit Jantung

0 Response to "Cara Mengatasi White Coat Syndrome atau Hypertension. Apa Itu?"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel