Alasan Mengapa Ada Kolesterol Jahat dan Ada Kolesterol Baik

Pasti Anda sering mendengarkan istilah kolesterol jahat dan kolesterol baik. Namun, sudahkah Anda tahu mengapa ada istilah-istilah tersebut? Mengapa disifati seperti manusia? Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca sampai tuntas penjelasan sederhana di bawah ini.

Penjelasan Kolesterol Jahat LDL dan Kolesterol Baik HDL

Terlebih dahulu kita mengenal Trigliserida
Pernahkah Anda melakukan pemeriksaan profil lipid darah Anda? Kalau pernah maka tentunya Anda tidak terlalu asing dengan kata trigliserida.

Apa yang dimaksud dengan trigliserida?

Trigliserida merupakan lemak yang berada di dalam darah yang berasal dari makanan yang dimakan dan produksi sendiri dari organ hati. Penting diingat bahwa bukan hanya makanan yang berlemak saja yang bisa meninggikan kadarnya, melainkan juga makanan yang mengandung karbohidrat dari makanan tiap hari dimakan. Kok bisa karbohidrat? Ya, karbohidrat ini juga akan metabolisme menjadi energi. Nah, energi yang tidak terpakai akan disimpan dalam bentuk trigliserida.


Trigliserida ini bertugas dalam pemberian energi untuk sistem tubuh beserta organ-organnya. Bila trigliserida ini tidak dipakai (misal Anda kurang melakukan aktivitas olahraga) maka akan disimpan di dalam sel lemak. Nah, lemak yang sering Anda takuti itulah yang disebut dengan trigeliserida. Bila Anda mengkhawatirkan tentang lemak yang ada di perut maka sejatinya Anda sedang memikirkan trigliserida. Waspadalah ketika kadar trigliserida meningkat di dalam darah oleh karena zat ini berkaitan erat dengan penyakit jantung.

Mulailah untuk merubah pola hidup, pola makan, agenda olahraga, dan pertimbangkan penggunaan obat bila disarankan oleh dokter. Biasanya berat badan berbanding lurus dengan kadar trigliserida, akan tetapi mereka yang kurus juga dapat memiliki kadar trigliserida yang tinggi. Nilai normal trigliserida adalah kurang dari 150 mg/dL.

Perbedaan Trigliserida dan Kolesterol

Lantas, apakah trigliserida dan kolesterol itu hal yang sama?
Singkatnya, kedua hal di atas adalah sama-sama jenis lemak (lipid) yang beredar dalam darah. Namun, kedua zat ini memiliki peranan yang berbeda. Trigliserida berperan dalam suplai energi dan penyimpanan energi dalam sel lemak bila energi tidak digunakan atau berlebih. Kolesterol bertugas dalam pembangunan sel, pembuatan hormon tertentu, dan cairan empedu. Jadi, keduanya memiliki manfaat untuk tubuh asalkan memiliki kadar yang sesuai.

Pengertian dan Perbedaan Kolesterol Jahat dan Kolesterol baik

Mari Pahami si Kolesterol Jahat dan Si Kolesterol Baik
Sebelum dibahas secara rinci, ada baiknya mengetahui bagaimana lemak (kolesterol dan trigliserida) dapat mengalir di dalam darah. Seperti kita ketahui bersama bahwa sebagian besar komposisi darah ialah air yang memiliki sifat susah untuk menyatu dengan lemak. Nah, timbul pertanyaan mengapa kolesterol dan trigliserida bisa berada di dalam darah? Penjelasannya yaitu bahwa sebelum diedarkan di dalam darah lemak menggunakan kendaraan khusus yang terbuat dari protein. Kendaraan ini bernama lipoprotein.

Selain kolesterol jahat/ LDL dan kolesterol baik/ HDL, diketahui juga jenis lain yaitu VLDL yang memang cukup jarang dilihat di dalam pemeriksaan darah. Biasanya kadar VLDL ini dikirakan sebagai bagian persentase dari nilai trigliserida oleh karena kandungannya dominan jenis lemak ini.

VLDL yang berganti menjadi LDL
Komposisi VLDL adalah 55-65 persen nilai trigliserida, 15-20 persen fosfolipid, 10-15 persen kolesterol, serta 5-10 persen protein. Di dalam pembuluh darah, VLDL membagikan trigliserida kepada sel-sel yang memerlukannya unruk digunakan sebagai energi ataupun disimpan di jaringan lemak bilamana berlebihan.


Dengan adanya distribusi trigliserida ini maka secara otomatis kadarnya akan merata sehingga relatif berkurang. Nah, saat inilah VLDL menjadi LDL. Bila sudah menjadi LDL, kandungannya menjadi 45 persen kolesterol, 25 persen protein, 22 persen fosfolipid, serta 10 persen trigliserida. Telah nampak perbedaannya kan?

LDL memiliki tugas membagikan kolesterol ke setiap sel-sel yang membutuhkan. Lantas kenapa di bilang jahat? Hal itu karena keberadaannya yang berlebihan di dalam darah. Semakin tinggi kadar LDL yang ada di dalam aliran darah, maka semakin besar juga terjadinya proses oksidasi yang bisa mencetuskan pembentukan plak-plak di dinding arteri. Kondisi ini akan memicu kerusakan pada pembuluh darah hingga stroke maupun penyakit serangan jantung. Oleh karena itu dianjurkan untuk memakan buah dan sayur yang banyak mengandung  antioksidan sebagai usaha untuk mengurangi proses oksidasi yang akan terjadi. Nilai normal LDL adalah kurang dari 100 mg/ dL.

Lantas, kenapa HDL dapat dikatakan baik? Dari kandungannya sebenarnya telah dapat dijawab. Kandungan HDL mempunyai porsi protein yang cukup besar yaitu 45-50 persen. Dengan kandungan sebanyak itu maka kapasitas pengangkutan lemaknya pun akan semakin besar. Oleh karena itu, semakin banyak HDL di dalam darah maka semakin banyak kolesterol yang diangkut dari aliran darah untuk dibawa ke dalam hati untuk prosea pembuangan ataupun daur ulang. Nilai HDL normal yang disarankan adalah lebih dari 60 mg/ dL.

Nah, itu tadi penjelasan sederhana kenapa kolesterol ada yang jahat dan ada yang baik. Jadi, perhatikan baik-baik nilai kolesterol Anda apakah sudah sesuai dengan yang direkomendasikan. Bila ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar.

0 Response to "Alasan Mengapa Ada Kolesterol Jahat dan Ada Kolesterol Baik"

Posting Komentar

Silahkan komentar, tanggapan, saran, dan kritiknya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel